Kamis, 24 Mei 2012

LAB BAR Akpar


Salah satu Ruang praktek Lab FB Matarak adalah Counter Bar merupakan pasilitas perkuliahan pada saat paraktek Bartender dalam meracik coctail ataupun minuman minuman lainya yang tidak mengandung alkohol,praktek yang kami lakukan tidak begitu efektif karena kurangnya peralatan dan bahan yang kita pakai sangatlah terbatas
ruang Couter bar bisa dilihat pada photo berikut ini



Praktek FB Service Akpar Mataram

setapan yang terlihat dibawah ini adalah sama halnya dengan setapan yang ada di hotel ataupun dilapangan kami menyetap perlaytan sesuai dengan standar yang ada




Pantai Bumbang Lomnbok Tengah


Pantai Bumbang adalah salah satu pantai di Kabupaten Lombok Tengah, Pujut. Meski termasuk yang paling baru dikenal, pantai ini telah menjadi andalan wilayah tersebut. Belum lama ini, saya mengunjungi pantai itu dan menyadari potensi wisata yang dimilikinya.

Bumbang terletak di Kecamatan Pujut, sekitar 30 km dari Praya. Berbeda dengan pantai-pantai yang telah lebih dahulu dikenal seperti Kuta, Bumbang termasuk pendek. Pantai ini terletak di cekungan yang panjangnya hanya sekitar + 500m. Namun justru di sinilah letak keistimewaannya.
Paduan laut biru jernih dan karang kehijauan menambah keindahan panorama tempat ini. Bumbang merupakan pantai yang paling ideal untuk berenang karena menghadap langsung ke Samudera Hindia. Topografi pantai yang berkarang dan berbatu serta ombak yang besar pun Anda untuk berenang dan berselancar.

Keistimewaan lain dari pantai ini adalah masih banyaknya pepohonan di pinggir pantai. Anda tinggal menyewa tikar dari penduduk sekitar dan berteduh di bawah pohon-pohon itu.

Selain cocok sebagai tempat melarikan diri dari kesibukan sehari-hari, Bumbang sangat sesuai bagi Anda yang memiliki hobi fotografi. Pantai yang pendek dan dibatasi karang-karang justru merupakan objek foto yang sangat menarik.

Bila tidak keberatan mengeluarkan keringat, Anda dapat mengikuti jalan setapak di sisi kiri pantai untuk mencapai puncak tebing. Sekitar 10-15 menit dibutuhkan hingga sampai ke puncak. Dari sana, akan terlihat keseluruhan pantai dan karang-karang besar di sisi kiri dan kanan. Selain menjadi objek wisata dan foto yang menarik, daerah di sering dijadikan camping area. Pramuka dari Lombok tengah sering melakukan Camping di daerah ini — dan bahkan luar kota.

Karena baru dikenal beberapa tahun belakangan ini, Bumbang belum banyak dikunjungi wisatawan. Air lautnya masih jernih, karang-karangnya pun masih bebas dari tangan-tangan jahil manusia. Penduduk setempat telah membangun warung, toilet dan mushola di pantai ini. Berbeda dengan tempat wisata kebanyakan, harga-harga di pantai ini masih tergolong normal sehingga pantai ini dapat menjadi opsi jalan-jalan

murah bagi Anda.

Bila perut mulai melilit, Anda dapat mendatangi salah satu warung yang berjajar di pinggir pantai. Biasanya mereka menyediakan mi instan, nasi dan lauk, serta es kelapa muda. Anda juga dapat meminta penjaga warung untuk memasakkan ikan yang baru ditangkap nelayan.

Sayangnya, daerah ini masih kurang dipromosikan oleh pemerintah terkait.

Pantai Mawun Lombok


Pantai mawun merupakan pantai berpasir putih yang berlokasi di desa tumpak kecamatan pujut kabupaten lombok tengah nusa tenggara barat (NTB), pantai mawun tidak kalah indah dan mempesona dengan tetangganya yaitu pantai kuta, pantai mawun dihiasi oleh bukit-bukit yang terletak di sisi kiri dan kanan pantai, pasir putihnya yang halus dan gradasi warna airnya yang sangat indah, kondisi karang-karang yang masih terjaga adalah salah satu penyebab adanya gradasi warna tersebut, kondisi pantai yang masih sangat alami menjadikan pantai ini menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat bersantai.

Dari ibu kota "Mataram" lombok barat menuju desa tumpak kecamatan pujut lombok tengah berjarak kurang lebih sekitar 65 Km dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam dengan kecepatan normal menggunakan kendaraan roda dua ataupun menggunakan kendaraan roda empat melalui rute (mataram - cakra negara - kediri - praya - penujak - selong belanak - lokasi wisata atau menggunakan rute mataram - cakra negara - kediri -batu nyale - sengkol - rambitan - sade - kuta - lokasi wisata)
·  Kondisi jalan kurang begitu bagus 9 km sebelum pantai jadi anda dituntut untuk lebih berhati-hati agar tidak mengalami hal-hal yang tidak dinginkan seperti terjatuh dan menabarak.
·  Sepanjang perjalanan menuju lokasi banyak terdapat padang pengembalaan kerbau, konsentrasi saat mengendara sangat dibutuhkan siapa tahu ada kerbau yang melintasi jalan.
·  Sepanjang perjalanan menuju lokasi banyak juga terdapat kebun-kebun tembakau, anda bisa melihat pemandangan saat para petani memanen tembakau dan bertransaksi dengan pengepul, dibutuhkan juga konsentrasi tinggi saat berkendara karena terdapat banyak orang.
·  Bagian timur pantai memiliki pasir yang lebih halus dibandingkan dengan bagian sebelah barat.

Ruang Parkir Akpar Mataram

Area parkir kampus  Akpar  Mataram
Merupakan salah satu pasilitas yang disediakan bagi mahasisawa untuk menaruh kendaraan para mahasiswa, area parkir dibagi atas tiga bagian
1.       Area parkir untuk Para Dosen
2.       Area parkir untuk para Mahasiswa
3.       Area parkir para pengunjung
pPhoto dibawah ini adalah area parkir para Dosen

Area parkir di bagi atas tiga tempat untuk memisahkan antara kendaraan mahasiswa dengan dosen  dan para tamu yang berkunjung sehingga mudah terkontrol oleh pihak squriti,
Area parkir yang cukup luas dan namun kurang aman karena sering sekali terjadi kehilngan helm ataupun asesoris  speda motor mahasiswa karena disebabkan kurangnya pengawasan seorang squriti saya sendiri adalah salah satu korban kehilangan sehingga saya berani berkomentar seperti ini, area parkir memang cukup nyaman namun kurangnya pengontrolan keluar masuknya kendaraan para mahasiswa.

Kegiatan Praktek Food And Beverage Akpar Mataram

Hai teman-teman ini adalah kegiatan praktek kami di FB Produk dalam mata kualiah pengolahan makanan disni kami diajarkan bagaimanan mengolah naham-bahan makanan yang biasa dijual di hote berbintang  dari menu Appetaizer samapai dessert seperti pada photo berikit ini

                                                ini adalah menu appetaizer Salad tuna  hawaian


                                                                 soup




                                                           maincorse         
                                                      

                                                                       dessert
ini adalah kreasi kami  pada saat praktek bisa di coba di rumah tapi kalou mau minta resepnya bisa hubungi kami, praktek yang kami lakukan tidak cukup sampai disini aja tapi masih ada lagi  ada parktek bartender bagaimana meracik coctail namun di postingan berikutnya saya tampilkan.

SUASANA TAMAN KAMPUS AKPAR MATARAM

Teman-teman dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang suasana taman kampus Akpar Mataram dimana suasana yang hijau nan asri dengan ditanami bunga-bunga dan pepohonan layaknya sebuah hutan kecil ditengah kota yang memberikan nuansa segar dan kesejukan dalam proses perkuliahan 
sperti terlihat di photo dibawah ini 


Taman yang ada bisa dimamnfaatkan sebagai tempat bersanatai pada saat waktu istirahat dengan hembusan angin yamg sejuk membuat kita ngantuk pingin tidur tapi ingat jangan sanpai tertidur nanti lupa akau kita sedang ada perkuliahan
Jadi teman-teman inilah susana taman kampus Akapar yang harus kita jaga baik dari segi kebersihan dan keamanan dari tanaman-tyanaman bunga yang ada.
Kampus Akpar mempunyai lapangan yang cukup luas yang bisa dimanfaatkan untuk joging ataupun senam dijamin tidak terlpleset karena 90% lapanagn ditanami rumput yang hiaju seperti pada photo disamping ini, bagaimana hijau apa ndak?  kalau memang penasaran datang langsung ke Kampus Akpar Kami tunggu kedatangan ada.



















Nyongkolan salah satu Icon pariwisata Lombok

Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. 
kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat, serta rombongan musik yang bisa gamelan atau kelompok penabuh rebana, atau disertai Gendang beleq pada kalangan bangsawan. Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.
Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat dimana mempelai perempuan tinggal, karena biasanya seluruh rangkaian acara pernikahan dilaksanakan di pihak mempelai laki-laki.

Sebagian peserta dalam prosesi ini biasanya membawa beberapa benda seperti hasil kebun, sayuran maupun buah-buahan yang akan bibagikan pada kerabat dan tetangga mempelai perempuan nantinya. Pada kalangan bangsawan urutan baris iring-iringan dan benda yang dibawanya memiliki aturan tertentu.
hingga saat ini Nyongkolan masih tetap dapat ditemui di Lombok, iring-iringan yang menarik masyarakat untuk menonton karena suara gendangnya ini biasanya diadakan selepas dhuhur di akhir pekan. apabila anda melakukan perjalanan antar kota do Lombok, maka bersiaplah untuk menghadapi kemacetan insidental akibat Nyongkolan yang dapat anda temui sepanjang jalan, apabila di kahir pekan tersebut banyak digelar pernikahan.

Air terjun Benang Kelambu


Lokasi Air Terjun Benang Kelambu terletak berdekatan dengan Air Terjun Benang Stokel, Tepatnya di Desa Alik Berik, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, 
Dinamakan air trjun Benang Kelambu karena airnya mengalir dari celah-celah dedaunan yang tumbuh disekitar air yang mengalir sehingga dinamakan air terjun benang kelambu yang meneyerupai gorden, kelambu itu dalam bahasa sasak yang artinya gorden 
Air Terjun benang kelambu ini dilihat dari airnya yang bersih dan sejuk karena airnya tersebut berasal dari dalam tanah yang bersumber dari gunung Rinjani, tidak ada salahnya bagi kita tidak berkunjung ketempat ini, dari segi tempatnya memang terlihat tidak begitu rapi karena belum ditata namun kesejukan yang dimiliki tidak akan berkurang, karena infra strukrturnya masih kuarang memadai.Disinilah perannya pemerintah untuk mengembangkan keberadaan Air Terjun benang stokel agar ramai dikunjung oleh wisatawan lokal maupun domistik sebab akan menambah pendapatan devisa daerah teresebut, mari kita dukung bersama.

Kamis, 31 Maret 2011

Desa Sade/ sasak vilage

Desa Sade terletak kurang lebih 90 km dari arah tenggara kota Mataram, merupakan salah satu desa tradisional di pulau Lombok yang banyak menarik wisatawan baik manca maupun domestik untuk datang berkunjung.
Desa Sade mayoritasnya penduduknya berfropesi sebagi petani yang sebagi salah satu simbulnya adalah adanya lumbung padi yang digunakan sebagai gudang menyimpan padi hasil panen, dibawah ini photo Lumbung padi

Masyarakatnya terbagi menjadi 7 RT dengan jumlah KK sebanyak 152 KK, sebuah angka yang kecil untuk jumlah penduduk dalam tingkatan desa, apalagi jika dibandingkan dengan wilayah tempat tinggal saya dimana dalam 1 RT memiliki 90 KK.
Bisa dibayangkan bagaimana penuhnya satu rumah ketika mengadakan pertemuan rutin warga di tingkat RT dan sangat tidak efektif ketika akan mencari kesepakatan.
Begitu memasuki gerbang masuk desa kita akan disambut oleh pemandu yang akan menawarkan jasa untuk mengantar mengelilingi desa, tidak ada tarif yang ditentukan kita cukup mengisi buku tamu dan memasukkan donasi berupa uang seikhlasnya ke kotak yang bentuknya sama dengan kotak amal di masjid-masjid.
Lingkungan permukiman di desa Sade terbagi menjadi 3 ruang, ruang penerima terdiri dari pelataran sebagai tempat pertunjukkan kesenian tradisional untuk menyambut tamu, kemudian ada berugak berukuran besar berfungsi sebagai ruang pertemuan masyarakat yang dilengkapi dengan papan-papan pengumuman maupun data monografi.
Selain itu juga ada ruang pameran hasil kerajinan tangan masyarakat desa Sade.
Kemudian kita akan diajak untuk berjalan menyusuri permukiman masyarakat, dimana topografi wilayah dibiarkan alami sehingga akan banyak ditemui tangga-tangga yang menghubungkan antara cluster rumah yang satu dengan yang lain, karakter rumah yang menghadap ke jalan sudah diterapkan disana.
Infrastruktur jalan berupa jalan paving selebar 1,5m walaupun dibeberapa tempat masih berupa jalan tanah.
Arsitektur bangunan suku Sasak yang tinggal di desa Sade masih sangat tradisional, dengan dinding terbuat dari bambu dan penghawaan sangat minim, interior rumah berupa lantai plester yang menurut cerita orang sana, dulu untuk mengepel lantai rumah masih menggunakan kotoran sapi.
Apa yang ada dalam benak anda ketika mendengar hal tersebut? Bukannya semakin bersih justru akan semakin kotor kan lantainya? Sama seperti yang saya bayangkan.
Atap bangunan sangat tinggi dan terbuat dari ilalang dengan ketebalan kurang lebih 20-30 cm sehingga tidak akan tembus air ketika musim penghujan. Dan ternyata didalamnya kondisi atap yang tinggi juga dimanfaatkan untuk menyimpan barang maupun tidur.
Jangan dibayangkan ada kasur didalamnya, mereka masih menggunakan tikar untuk beristirahat dan menggunakan kayu bakar untuk memasak. Fasilitas KM/WC umum yang sangat sederhana ditempatkan di beberapa titik desa dengan dilengkapi gentong yang dapat digunakan berwudhu karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam.
Yang menarik perhatian adalah pintu yang bermacam-macam bentuk dengan sistem geser manual tanpa rel sehingga hanya menggunakan bambu sebagai relnya.
Diantara rumah-rumah terdapat bangunan kecil terbuka seperti los di pasar yang digunakan untuk menjual kain tenun khas desa tersebut, bahkan kita diberi tontongan menarik proses pembuatannya yang masih tradisional.
Selain kain juga banyak ditemui aksesoris gelang, kalung dari bambu maupun batu sekilas sangat mirip dengan aksesoris yang banyak ditemui di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta.
Dan ternyata dibalik kesederhanaan dan kebudayaan tradisional yang dipertahankan oleh masyarakatnya, sudah ada stakeholder yang ingin berperan serta dalam pengembangan desa Sade salah satunya Philip sebagai produsen lampu yang memiliki jargon ’Terus Terang Philip Terang Terus’.
Philip memberikan bantuan papan informasi dan lampu penerangan di sepanjang jalan lingkungan, sehingga desa Sade mampu menjadi Kampung Terang Hemat Energi Philip.
Semoga modernisasi dan perubahan kehidupan yang cenderung praktis tidak akan mempengaruhi kehidupan tradisional desa Sade yang kaya akan budaya nenek moyang dan patut untuk dilestarikan.